PENDAHULUAN
Masalah pendidikan senantiasa menjadi masalah yang sering diperbincangkan oleh para pakar pendidikan dan juga masyaakat. Bangsa indonesia sedang mengalami masalah pendidikan yaitu rendahnya mutu pendidikan. pemerintah Indonesia melalui Dinas Pendidikan telah berupaya dengan berbagai cara untuk meningkatkan mutu pendidikan meliputi usaha- usaha pembaharuan kurikulum,peningkatan mutu guru, dengan menyelenggarakan penataran- penataran, penyetaraan,penyediaan sarana dan prasarana pendidikan,bahkan meningkatkan anggaran pendidikan.
Dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan pemerintah telah telah melakukan pembaharuan kurikulumnya yaitu dengan menerapkan Kurikulun Basis Kompetensi (KBK) sejak tahun 2004. KBK merupakan seperangkat rencana dan peraturan tentang konpetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. Sebagai suatu rencana,dokumen kurikulum merupakan acuan tindakan dan proses pembelajaran untuk menghasilkan lulusan (Depdiknas,2005). Dengan diberlakukannya KBK berubahlah sistem belajar disekolah yang menjurus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. hal ini menuntut adanya peningkatan profesionalisme seorang guru dalam pengembangan dan penerapan strategi,metode dan proses penilaian dalam pembelajaran.
UU nomor 14 tahun 2005,pasal 1 ayat (!) menyatakan bahwa tugas utama gru adalah mendidik,mengajar,membimbing,mengarahkan,melatih menilai,dan mengevaluasi peserta didik. berdasarkan undang- undang tersebut,selain kemampuan mengelola pembelajaran guru juga dituntut memilikikemampuan untuk menilaidan mengevaluasi keberhasilan dalam pembelajaran. Oleh sebeb itu, guru harus memahami dan menguasai teknik penilaian dan evaluasi pembelajaran. menurut Suwardi (2007) penilaian sangat terkait dengan mengukur,menguju,menilai dan mengevaluasi yang merupakan suatu rangkaian proses penilaian pembelajaran. Suharsimi Arikunto (1984), mengukur berarti membandingkan sesuatu dengan satu ukuran,dan hasil dari pengukuran bersifat kuantitatif. Menguji berarti penafsiran dari sejumlah pernyataan yang memiliki jawaban benar atau salah. Penilaian berarti penafsiran hasil pengukuran dan penentuan pencapaian hasil belajarartinya menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik atau buruk. Sedangkan evaluasi menuut Suwardi(2007) berarti penentuan nilai suatu program dan penentuan pencapaian tujuan suatu program.
meskipun antara istilah penilaian dan evaluasi memikili difinisi yang berbeda, akan tetapi kedua istilah tersebut seringkali disamakan. Suharsimi Arikunto (1984) dalam bukunya Dasar _dasar Evaluasi Pendidikan menyatakan evaluasi berarti menilai yang dilakukan dengan mengtur terlebih dahulu. Pengukuran adalah suatu tindakan atau proses untuk memastikan luas atau kuantitas sesuatu. Pengukuran pada umumnya berkenaan dengan masalah kuantitatif (Zainal Arifin, 1988).sehingga penilaian merupakan salah satu kegiatan penting yang tak dapat diabaikan dalam suatu kegiatan pembelajaran,bahkan dalam setiap kegiatan sehari -hari yang kita lakukan mesti harus diakhiri dengan evalasi (Soejoro,1982).Penilaian atau evaluasi biasanya dilaksanakan oleh dosen atau guru dalam setiap akhir suatu kegiatan pembelajaran seperti pada akhir semester, akhir tahun ajaran ataupun sebagai ujian akhir untuk suatu jenjang pendidikan tertentu. Evaluasi pada ranah kognitif, efektif,dan psikomotorik, harus dilaksanakn terus menerus dan berkesinambungan sehingga peserta didik menguasai kompetensi dasar dan hasil ujian/ pengamatan harus dianalisis dan ditindak lanjuti melalui program remidiel/ pengayaan(Abdul Ghfur dkk,2004:9). Lebih lanjut disebutkan pula bahwa objek evaluasi adalah program yang hasilnya memiliki banyakdimensi,seperti kemampuan,kreativitas,sikap,minat,keterampilandan sebagainya. Oleh karena itu,dalam kegiatan evaluasi alat ukur yang digunakan juga bervariasi tergantung pada jenis data yang ingin diperoleh.(Kurikulum Berbasis Kompetensi SMA,2004)
Sebagai seorang guru/dosen,penilaian dalam pembelajaran bukan suatu kegiatan yang dipermasalahkan lagi. Karena untuk menjadi seorang guru yang profesiaonal,kompeten dan berhasil,teknik evaluasi pendidikan sebagai salah satu mata pelajaran/matakuliah proses belajar-mengajar telah diajarkan dan harus sudah diketahui. Namun disadari atau tidak mata pelajaran tersebut tanpaknya belum mendapat perhatian sesungguhnya walaupun sifatnya tidak menyeluruh.
Masih banyak terdapat guru yang menafsirkan penilaian atau evaluasi dalam kegiatan proses belajar mengajar secara berbeda bahkan ada yang tidak mengerti apa itu evaluasi pendidikan serta tujuannya. Pada kenyataannya dilapangan (sekolah Atau perguruan tinggi) seringkali dalam melakukan penilaian/evaluasi,khususnya dalam pemberian nilai terakhir didasarkan pertimbangan - pertimbangan non akademik,bahkan sering kali tanpa alasan yang rasional (Soejono,1982). hal ini jelas mengabaikan prinsip- prinsip penilaian dalm pembelajaran,membohongi diri sendiri dan orang lain sehingga menjadi salah satu faktor penyebab mundurnya mutu pendidikan (Erman Suherman,1993/1994). masalah tersebut biasanya menjadi masalah serious bagi mereka yang bukan tamatan dari sekolah/ lembaga pendidikan keguruan yang tentunya belum pernah mendengar tentang mata pelajaran /mata kuliah evaluasi pendidikan.
Melihat hal tersebut terangkatlah masalah ini kepermukaan untuk didiskusikan bersama. Bagaimankah cara meningkatkan kemampuan guru,sebagai guru yang profesiaonal dalam mengadakan penilaian hasil belajar siswa /peserta didik.
PEMBAHASAN
Konsep Penilaian
Pelaksanaan Kurikulum berbasais Kompetensi berimplikasi pada perubahan sistem penilaiannya. Sistem penilaian yang digunakan dalan KBK menuru Suwardi(2007) adalah sistem penilaian berbasis kelas. Penilaian berbasis kelas memiliki karakteristik yang berbeda dengan sistem penilaian sebelumnya. Penilaian berbasis kelas memberi otoritayang sangat luas kepada guru dan sekolah dalam menentukan keberhasilan pembelajaran yang dicapai oleh peserta didiknya,selain itu dalam penilaian ini lebih beroriantasi pada proses bukan berorientasi pada hasil.Artinya penilaian ini tidak hanya didasarkan pada hasil ujian semata,tetapi lebih berorientasi pada proses pembelajaran yang telah terjadi dalam kelas. Pelaksanaan penilaian berbasis kelas didasarkan pada prinsip ,sasaran, dan pelaksanaan penilaian berkelnjutan yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. Ini berarti penilaian harus dilaksanakan oleh guru secara terus menerus dan berkala selama proses belajar mengajar dilaksanakan,sehingga sistem penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil ulangan/ ujian semata ,akan tetapi juga didasarkan pada proses pembelajaran. Disebutkan juga kurikulum basis kelas dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk membangun pembelajaran yang lebih baik yang salah satunya dengan melakukan umpan balik pada belajar peserta didik,agar lebih sistematis,fleksibel,dan efektif(Reza Ardian Syah,2009).
Lebih lanjut Suwardi (2007) dalam bukunya manajemen pembelajaran menyebutkan dalam melaksanakan penilaian harus berpandang pada prinsip - prinsip penilai sebagai berikut:
1.valid,artinya penilaian harus memberikan informasi yang akurat tentang hasil belajar siswa.
2.mendidik,artinya penilaian harus menberi sumbangan posif terhadap pencapaian belajar siswa. Hasil penilaian harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan bagi siswa yang ber hasil /sebagai pemicu semangat belajar bagi siswa yang kurang berhasil.
3.berorientasi pada kompetensi,artinya penilaian harus menilai pencapaian kompetensi yang dimaksudkan dalam kurikulum.
4.berkesinambungan, artinya penilaian dilakukan secara berencana ,bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar siswa sebagai hasil kegiatan belajar.Hasil dari penilaian dalam pembelajaran ini akan dimanfaatkan oleh siswa, orang tua dan pendidik. bagi pendidik hasil penilaian akan digunakan untuk mendiagnosa hasil belajar siswa,memperediksi masa depan siswa,sebagai umpan balik dalam proses pembelajaran,untuk kepentingan seleksi dan sertifikasi. bagi orang tua dapat dipergunakan untuk mengetahui perkembangan anaknya,kemudian menentukan keman arah yang dilalui untu menentukan masa depannya. dan bagi siswa, sebagai pemicu semangat belajar bagi siswa yang belum berhasil dan menambah motivasi bagi siswa yang sudah berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar